Sepuluh Penyebab Area Pantat Gatal Serta Tips Mengatasinya

Rasa gatal pastinya mengganggu, apalagi jika rasa gatalnya hanya spesifik  di area pantat saja. Bahkan ketika saya duduk, saya merasa tidak nyaman karena  ingin menggaruk pantat saya terus-menerus. Apa penyebab vagina gatal dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut  penjelasan lengkapnya.

Apa  penyebab pantat gatal?  Gatal di bokong mungkin mendahului gejala kemerahan, rasa terbakar, dan nyeri. Gatal dan iritasi mungkin bersifat sementara atau permanen, tergantung  penyebabnya.

Berikut beberapa penyebab umum pantat gatal.

1. Infeksi jamur

   Gatal pada bokong sering kali disebabkan oleh jamur yang  tumbuh subur di daerah hangat dan lembap. Infeksi jamur ini disebut  tinea kruris atau pruritus inguinalis. Jamur penyebab kondisi ini tergolong  jamur dermatofita yang memakan lapisan keratin (protein)  kulit untuk berkembang biak. Infeksi jamur ini juga bisa terjadi jika Anda memakai pakaian ketat yang menyebabkan bokong lembap dan panas. Sedangkan jamur yang paling sering menyebabkan infeksi ini adalah Tricophyton dan Epidermophyton. Jamur ini juga bisa menyebabkan penyakit kutu air. Gejalanya sering kali disertai ruam dengan  pinggiran  merah bersisik. Ciri  lainnya adalah rasa gatal dan nyeri pada area yang terinfeksi.

2. Folikulitis

   Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut di  bokong akibat infeksi atau penumpukan keringat. Kondisi ini disebut juga  dengan jerawat pantat karena  berupa benjolan merah  di bokong. Meski berukuran kecil dan banyak, kondisi ini ternyata bisa menjadi penyebab bokong gatal. Untuk meredakan gejalanya, basuhlah area  yang gatal di bokong Anda dengan  sabun antibakteri dan keringkan sepenuhnya.

3. Herpes

   Tak hanya di kemaluan atau di mulut, herpes juga bisa muncul di bokong dan menyebabkan bokong terasa gatal. Herpes merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus herpes. Disebut herpes kulit karena gejalanya  diawali dengan munculnya luka atau lecet pada kulit. Menurut Herpes Foundation New Zealand, infeksi virus herpes simpleks (HSV 1 dan HSV2) menyebabkan penyakit herpes genital dan herpes mulut, yang dapat menyerang area genital dan menimbulkan rasa gatal, terutama di area bokong. Puntung gatal akibat herpes seringkali memiliki gejala seperti ruam dengan karet atau cairan encer yang mengecil dan berubah menjadi koreng kering.

4. Dermatitis kontak

   Dermatitis kontak adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan dan kemerahan pada kulit akibat kontak langsung dengan bahan iritan (iritan) atau zat pemicu alergi (alergen). Berdasarkan penyebabnya, dermatitis kontak dibedakan menjadi dua jenis, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Pemicu dermatitis bisa berasal dari bahan kimia, tanaman beracun, logam, obat-obatan, atau kontak  kulit dengan alergen lain. Jadi penyebab peradangan dan iritasi bisa berbeda-beda pada setiap orang. Bokong gatal akibat dermatitis kontak bisa disebabkan oleh iritasi akibat penggunaan celana  lateks atau alergi terhadap obat-obatan seperti antibiotik.

5. Dermatitis intertriginosa

   Intertrigo atau dermatitis intertriginosa adalah suatu kondisi di mana muncul ruam di area lipatan kulit. Intertrigo disebabkan oleh gesekan dan kelembapan berlebih pada area lipatan kulit. Kondisi ini lebih mudah merusak lapisan atas kulit  sehingga menimbulkan ruam merah dan meradang. Kulit yang kehilangan lapisan pelindungnya menjadi rentan terhadap infeksi bakteri, virus, dan jamur. Hal ini membuat penderita intertrigo  rentan terkena infeksi kulit. Gejalanya biasanya berupa ruam merah atau coklat di lipatan kulit. Ruam ini mungkin disertai rasa  terbakar dan gatal. Buku Intertrigro (2021) menjelaskan bahwa ruam yang terkontaminasi virus, jamur, atau bakteri dapat menyebabkan kulit  berbau, pecah-pecah, dan berdarah. Rasa gatal pada bokong akibat intertrigo dapat disebabkan oleh penggunaan pakaian yang terlalu ketat sehingga menimbulkan gesekan dan ruam pada lipatan kulit bokong.

6. Dermatitis atopic

   Dermatitis atopik, atau eksim, adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan pembengkakan, kemerahan, peradangan, gatal, dan pecah-pecah pada kulit. Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa gatal yang parah sehingga dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Jika area yang gatal digaruk, kulit akan mengering dan mengelupas secara merata. Eksim sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga  eksim, asma, atau alergi. Tidak ada obat untuk penyakit ini, namun pengobatan yang tepat dapat meringankan gejalanya.

 

7. Psoriasis


   Psoriasis sering terjadi pada siku dan lutut. Kondisi kulit ini juga bisa muncul di  bokong dan menimbulkan rasa gatal pada bokong. Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang penyebab pastinya belum diketahui. Penyakit kulit kronis ini ditandai dengan pesatnya pertumbuhan sel kulit baru. Kemudian, sel-sel kulit baru  menumpuk di permukaan, membentuk bercak tebal, merah, dan bersisik. Gejala psoriasis pada bokong biasanya berupa ruam merah dengan sisik berwarna putih. Segera hubungi dokter jika hal ini terjadi pada Anda.

8. Biang Keringat

   Biang keringat, disebut juga ruam panas atau miliaria, adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sel kulit mati, keringat, atau bakteri bersarang di bawah kulit.  Gejala  biang keringat yang paling umum antara lain munculnya stretch mark, benjolan merah dan kecil, gatal pada kulit, serta rasa perih atau terbakar yang parah. Gejala tersebut bisa muncul di bahu, leher, dada, selangkangan, dan lipatan tubuh. Gejala mungkin lebih parah pada area tubuh yang sering tertutup, seperti bokong. Hal ini bisa menyebabkan bokong terasa gatal. Demam ringan biasanya bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

9. Wasir

   Wasir adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah vena di sekitar anus membengkak dan membesar. Hal ini dapat menyebabkan rasa gatal, nyeri, dan rasa tidak nyaman pada bokong. Pembengkakan bisa terjadi pada rektum,  saluran yang menghubungkan usus besar dengan anus. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh mengejan yang terlalu sering dan  lama saat hendak buang air besar.  Gejala umum penyakit wasir antara lain munculnya benjolan  keras dan lunak di dekat anus,  nyeri saat duduk di anus, dan anus terasa gatal. Gejala-gejala ini biasanya hilang dalam beberapa hari. Namun, jika Anda terbiasa  mengejan atau membersihkan anus dengan kasar, gejalanya bisa bertahan lebih lama.

10. Kudis


   Kudis, atau kudis, adalah suatu kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes scabiei. Di tempat kutu bersembunyi di kulit, terjadi rasa gatal yang parah. Gejala ini seringkali muncul pada malam hari. Kudis dapat menular dan menyebar dengan cepat melalui kontak fisik yang dekat. Karena kudis sangat menular, dokter sering kali menyarankan pengobatan pada anggota keluarga tertentu atau orang lain yang sering melakukan kontak dengan penderita kudis. Ruam timbul di bagian bokong yang gatal, tampak seperti bekas luka, namun berwarna merah dan tampak seperti jerawat.

Cara Mengobati Bokong Gatal

Pengobatan dan pengobatan bokong gatal  bisa berbeda-beda tergantung  penyebabnya. Namun secara umum, Anda bisa mengatasi pantat gatal  dengan cara berikut ini.

  1. Oleskan petroleum jelly pada area yang gatal atau meradang.
  2. Saat mandi, bersihkan area yang gatal dengan air dan handuk lembut.
  3. Keringkan area anus secara menyeluruh setelah buang air besar dan mandi.  Berhenti menggaruk kulit yang gatal.
  4. Hindari  produk mandi yang mengandung pewangi atau  kosmetik lain yang dapat mengiritasi kulit atau menimbulkan reaksi alergi.
  5. Kenakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat
  6. Lap dengan kain basah atau tisu toilet yang dibasahi  air untuk mencegah kotoran menempel pada kulit.
  7. Anda juga bisa membeli  krim topikal di toko obat untuk mengatasi bokong gatal. Jika Anda merasa gejala pantat gatal  cukup mengganggu, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Komentar